Saturday, December 1, 2012

Prolog

 
Tak pernah sedikit pun aku bayangkan/ Betapa hebatnya cinta yang kautanamkan/ Hingga waktu beranjak pergi/ Kau ampuh hancurkan hatiku//
 ---Ada Yang Hilang, Ipang

Pukul 10.47
Padahal belum tengah hari, tapi hujan sudah mampir saja. Di halaman mungil depan rumahnya, tanaman dan rumput sudah kuyup semua, riak hujan sampai mengenai jendela yang padahal dijeda teras satu meter. Hujan agaknya sedang pamer diri di kota bandung hari itu.
Satu jendela membingkai kelabu itu. Sambil merekatkan mantel, dirinya nampak memandang sekilas. Seolah melihat hati sendiri, bisiknya dalam hati. Di hatinya, meski bukan air, tapi gemuruh yang sama sedang terjadi. Dirinya lalu duduk di dalam kamar sambil mengoprek laptop. Tangannya lincah berpindah-pindah folder, naik turun, kanan kiri, tutup buka. Dirinya mencari sesuatu.
Sambil terus menggigit bibir bawah, dirinya mencari dengan berbagai kata kunci. Tambah satu kata, rubah satu huruf, tambah lagi kurangi dan ubah lagi. Saat sadar yang dicarinya memang sudah hilang, tiba-tiba saja dirinya hentikan jarinya yang gemetar. Matanya mulai berair banyak dan, setelah dirinya mengedipkan mata, setetes air basahi pipi kanannya. Hujan dalam benaknya tak kuat dibendung lagi.
Sebenarnya yang dirinya cari biasa saja. Hanya dua buah file, yang satu teks dan lainnya foto. Meski bukan berkas istimewa, dirinya tetap menganggapnya paling berharga.
Saking istimewanya, keduanya disimpan di direktori yang panjang. Sepuluh kali folder dalam folder. Teks tadi adalah tulisannya soal pengalaman tiga tahun lalu. Tentang bagaimana pertautan jalannya dengan seseorang. Foto tadi pun, masih sama sederhananya, yakni saat orang itu merangkulnya. Picisan. Murahan. Memang.
Tahun lalu, dirinya pernah begitu kalap dengan keduanya hingga menghapus semua. Dirinya tahu pernah menghapusnya. Alasan kenapa dirinya tetap mencari adalah hati kecilnya berharap itu masih ada.
Setelah tahu keduanya telah hilang, dirinya begitu marah pada dirinya yang dulu tega. Dirinya luapkan dengan dengus yang mampu menggeser kertas. Kini, dirinya begitu sakaw, persis pecandu narkoba yang tidak ngisap tujuh hari. Bukan untuk apa-apa. Sekadar damaikan hatinya yang lagi dijajah rindu.

Dirinya sadar betul, rindu memang bukan ide bagus bila sedang sendiri. Jika rindu hadir, dirinya bisa saja jadi ogah berbuat apa pun, bahkan mandi, bahkan makan. Bisa juga paginya dia merencanakan banyak hal, belasan ini dan itu, dan berakhir dengan tidak melakukan apa-apa.
Seperti hari ini. Yang dilakukannya hanyalah memutar enam belas lagu yang menjebak dirinya pada ingatan yang sama. Dirinya biarkan telinganya memerah dibakar earphone, mengikuti senandung, sesekali terisak. Sesak, dan dirinya kembali murung. Bagi dirinya, rindu itu begitu pahit dan bikin sesak seperti minum tanah yang diseduh.
Sebenarnya dirinya akan marah bila dibilang pemurung. Betul. Dirinya, bila mau, bisa berubah ceria secepat kilat. Biar dirinya tenang, sejujurnya dirinya tinggal menyeduh secangkir teh pahit, atau bersepeda hingga sore, tak sulit.
Namun adakalanya dirinya sedang ingin syahdu sendiri. Memutuskan untuk berleha-leha sambil sesekali meneteskan air mata. Pahit benar, tapi baginya itu perlu sesekali. Sekadar untuk menjaga hatinya tetap jujur. Tak sekalipun terbersit bahwa dirinya akan pernah sekonyol hari itu.
Saat ini, meski hujan telah berhenti dan matahari sudah menyengat kembali, mendung di hatinya belum reda juga. Dirinya, memang, bisa memilih untuk seketika keluar dengan sepedanya, tapi tidak. Dirinya mau duduk nanar barang satu jam lagi, sembari mendengar daftar lagu tadi, mengingat-ngingat mataharinya yang dulu pergi.
Satria, itulah nama si matahari sialan. []

14 comments:

  1. Replies
    1. just move to the next story and you'll know :D
      thanks for your visit :D

      Delete
  2. Cerita yang menarik, ditunggu kelanjutannya ...... :)

    ReplyDelete
  3. bagus cerita dirinya.. dirinya mau dibantu diriku tidak biar yg dirinya cari ketemu lagi? pakai recuva aja dirinya biar apa yg dirinya cari insyaallak kembali..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahaha dirimu punya ide bagus. andai dirimu berikan itu pada dirinya sebelum ini, akan beda cerita dirinya :D

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. epic rio. aku ijin ikutin yaaa -mamah

    ReplyDelete
    Replies
    1. waw ternyata kamu dateng juga, makasih telah mampir mah ;)

      Delete
  6. Sudah lama baca tapi baru bisa komentar hari ini...

    dan komentarku adalah:

    Ahiiiiwwww
    Welcome back to Satria :p

    ReplyDelete
  7. i begin to read this... n i wanna read until the end...

    ReplyDelete