Saturday, December 1, 2012

Cerita 1
Pilihan

(Baca mulai dari tengah boleh jadi membingungkan, 
bila dirasa perlu, silakan mulai dari prolog)

 

Aku

Terkutuklah pembuat istilah “hidup adalah pilihan”.
Bagiku, jujur saja, hidup ini tak pernah bisa dipilih. Sebagaimana aku tak bisa punya pilihanku atas dirimu.
Pilihanku sederhana. Andaikan aku bisa memilih, aku ingin sekali kembali ke hari itu. Sabtu sore yang hujan di awal September 2009. Bila bisa, dan aku tahu tidak bisa, ingin sekali aku merubah satu hal.
Seminggu itu aku baru resmi jadi mahasiswa. Sebagaimana yang lain, hari itu aku dapat lima tugas bagi mahasiswa baru. Salah satunya adalah mengumpulkan facebook senior sebanyak-banyaknya. Kau pasti tahu tugas itu tak ubahnya tugas yang merepotkan dan amat menyita waktu. Tak kurang, mungkin lebih.
Bayangkan, aku harus mencari nama sejumlah senior, mencocokkan jabatannya, menyimpan fotonya untuk kemudian kumintakan tanda tangannya besok, juga mengajukan pertemanan pada mereka semua. Salah satunya milikmu. Bagi orang yang baru bikin akun facebook hari itu juga, ini lebih sulit dari memotong daging sapi dengan batu lembut.
Hari-hari berikutnya adalah urutan membosankan dari bangun pagi, dimarahi senior, diberi tugas lainnya dan pulang terhuyung. Benar-benar tak terperi. Demi Tuhan aku kalap.
Minggu selanjutnya, di pertemuan perdana satu komunitas kampus, aku tak menyangka bertemu dirimu.
“Siapa namamu?” ujarmu padaku sambil mengulurkan tangan.
Benarkah aku yang kau ajak kenalan? Maka perlahan kujawab parau, “Raka.”
Canggung, janggal, aneh.
Kau mengangkat alis.
“Raka Ryandika,” ulangku.
“Satria, Satria Rizan,” tegasmu tanpa ekspresi.
Kita bersalaman tanpa perlu sunggingkan senyum penuh basa-basi. Salaman saja. Sebiasa itu.
Namun kini, sambil mengusap tanganku yang dulu menyambutmu, aku berandai-andai. Seharusnya saat itu aku tidak ke kampus. Seharusnya saat itu aku tuli. Seharusnya saat itu aku bisu. Seharusnya saat itu aku lumpuh. Maka aku tak perlu bertemu denganmu, mendengarmu, menjawabmu, berkenalan denganmu.  Seharusnya...
Aku tak perlu berkenalan denganmu.
Perkenalan yang pada doaku selalu ingin kubatalkan. []

4 comments:

  1. hem~
    boleh juga ceritanya....
    apa ini kisah terlarang??? ^^
    ditunggu kelanjutannya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe terimakasih kunjungannya, saya tidak akan beritahu, silakan simpulkan sendiri :D

      yg hari ini sudah ada :)

      Delete
  2. waaah pemeran utamanya sejenin niih ??

    ReplyDelete
  3. Lalalalalala

    Maaf telat berkomentar [lagi]...
    Selamat datang, Raka :p

    ReplyDelete