(Baca mulai dari tengah boleh
jadi membingungkan,
bila dirasa perlu, silakan mulai
dari prolog)
Terkutuklah pembuat istilah “hidup
adalah pilihan”.
Bagiku, jujur saja, hidup ini tak pernah bisa
dipilih. Sebagaimana aku tak bisa punya pilihanku atas dirimu.
Pilihanku sederhana. Andaikan aku bisa memilih,
aku ingin sekali kembali ke hari itu. Sabtu sore yang hujan di awal September
2009. Bila bisa, dan aku tahu tidak bisa, ingin sekali aku merubah satu hal.
Seminggu itu aku baru resmi jadi mahasiswa.
Sebagaimana yang lain, hari itu aku dapat lima tugas bagi mahasiswa baru. Salah
satunya adalah mengumpulkan facebook
senior sebanyak-banyaknya. Kau pasti tahu tugas itu tak ubahnya tugas yang
merepotkan dan amat menyita waktu. Tak kurang, mungkin lebih.
Bayangkan, aku harus mencari nama sejumlah
senior, mencocokkan jabatannya, menyimpan fotonya untuk kemudian kumintakan
tanda tangannya besok, juga mengajukan pertemanan pada mereka semua. Salah
satunya milikmu. Bagi orang yang baru bikin akun facebook hari itu juga, ini lebih sulit dari memotong daging sapi
dengan batu lembut.
Hari-hari berikutnya adalah urutan membosankan
dari bangun pagi, dimarahi senior, diberi tugas lainnya dan pulang terhuyung.
Benar-benar tak terperi. Demi Tuhan aku kalap.
Minggu selanjutnya, di pertemuan perdana satu
komunitas kampus, aku tak menyangka bertemu dirimu.
“Siapa namamu?” ujarmu padaku sambil
mengulurkan tangan.
Benarkah aku yang kau ajak kenalan? Maka
perlahan kujawab parau, “Raka.”
Canggung, janggal, aneh.
Kau mengangkat alis.
“Raka Ryandika,” ulangku.
“Satria, Satria Rizan,” tegasmu tanpa ekspresi.
Kita bersalaman tanpa perlu sunggingkan senyum
penuh basa-basi. Salaman saja. Sebiasa itu.
Namun kini, sambil mengusap tanganku yang dulu
menyambutmu, aku berandai-andai. Seharusnya saat itu aku tidak ke kampus.
Seharusnya saat itu aku tuli. Seharusnya saat itu aku bisu. Seharusnya saat itu
aku lumpuh. Maka aku tak perlu bertemu denganmu, mendengarmu, menjawabmu,
berkenalan denganmu. Seharusnya...
Aku tak
perlu berkenalan denganmu.
Perkenalan yang pada doaku selalu ingin
kubatalkan. []
hem~
ReplyDeleteboleh juga ceritanya....
apa ini kisah terlarang??? ^^
ditunggu kelanjutannya :D
hehehe terimakasih kunjungannya, saya tidak akan beritahu, silakan simpulkan sendiri :D
Deleteyg hari ini sudah ada :)
waaah pemeran utamanya sejenin niih ??
ReplyDeleteLalalalalala
ReplyDeleteMaaf telat berkomentar [lagi]...
Selamat datang, Raka :p