(Baca mulai dari tengah boleh
jadi membingungkan,
bila dirasa perlu, silakan mulai
dari prolog)
Aku
Caramu memanggilku meninggalkan jejak di hati.
Sebagaimana di dua hari lalu kita bertemu dan
kamu memanggilku, atau saat kemarin kamu menemukanku di depan kampus dan
berseru dari jauh, atau saat barusan kamu menawarkan roti meski sepotong.
Selalu panggilan itu.
Panggilan yang mengganti namaku. Seumur hidup
aku tak pernah dipanggil seperti itu. Kamu juga tak menggunakannya ke selain
aku.
Untuk alasan itulah, sekalipun hanya dua kata
terkesan merendahkan, aku malah merasa, katakanlah, diistimewakan.
“Heh kamu!” katamu sambil tiba-tiba menepukku. Lagi-lagi panggilan itu.
Aku menoleh.
“Main yuk!” katamu lagi, buyarkan lamunanku. []
Heh Kamu,
ReplyDeletesingkat amat :D
iya nih hehehe... orang bisa menunjukan perhatian dgn berbagai cara :D
DeleteHei, Kamu!
ReplyDeleteKenalan, yuk :)
hey kamu, mari berkenalan :)
Deleteheh kamu!!!
ReplyDeleteHeh..Umak
ReplyDeleteSaat-saat di penghujung Desember..lagi-lagi aku baru berkomentar :p