Sunday, December 2, 2012

Cerita 2
Panggil Aku

(Baca mulai dari tengah boleh jadi membingungkan, 
bila dirasa perlu, silakan mulai dari prolog)


Aku
Caramu memanggilku meninggalkan jejak di hati.
Sebagaimana di dua hari lalu kita bertemu dan kamu memanggilku, atau saat kemarin kamu menemukanku di depan kampus dan berseru dari jauh, atau saat barusan kamu menawarkan roti meski sepotong. Selalu panggilan itu.
Panggilan yang mengganti namaku. Seumur hidup aku tak pernah dipanggil seperti itu. Kamu juga tak menggunakannya ke selain aku.
Untuk alasan itulah, sekalipun hanya dua kata terkesan merendahkan, aku malah merasa, katakanlah, diistimewakan.

“Heh kamu!” katamu sambil tiba-tiba menepukku. Lagi-lagi panggilan itu. Aku menoleh.
“Main yuk!” katamu lagi, buyarkan lamunanku. []

6 comments: