(Baca mulai dari tengah boleh
jadi membingungkan,
bila dirasa perlu, silakan mulai dari prolog)
Aku
Aku mengantuk berat. Berat karena kurang. Kurang tidur tenang. Tenang itu hilang. Hilang karena berpikir. Berpikir tentang kamu. Kamu yang berbeda. Beda karena mengajak. Mengajak orang baru. Baru sekali datang. Datang dan bergabung. Bergabung dengan canda. Canda dan tawa. Tawa dan suasana. Suasana yang spesial. Spesial seperti biasa. Biasa hanya kita. Kita yang dulu.
Aku sampai rumah. Rumah punya aku. Aku ke kamar. Kamar untuk tidur. Tidur melepas lelah. Lelah memikirkan kamu. Kamu yang asing. Asing yang menanyakan. Menanyakan soal kita. Kita yang dulu. Dulu cuma berdua. Berdua cukup begitu.
Aku bangun tidur. Tidur yang nyenyak. Nyenyak dalam mimpi. Mimpi soal kamu. Kamu yang berubah. Berubah tak akrab. Akrab yang hilang. Hilang entah kemana. Kemana kamu itu. Itu bikin kangen. Kangen sama kita. Kita yang berdua.
Aku buka ponsel. Ponsel punya aku. Aku rindu kamu. Kamu punya Facebook. Facebook bikin penasaran. Penasaran soal kamu. Kamu dan dia. Dia yang semalam. Semalam bersama aku. Aku yang menginap. Menginap bareng dia. Dia yang baik. Baik bikin curiga. Curiga yang mengundang. Mengundang untuk mencari. Mencari satu bukti.
Aku buka Facebook. Facebook ini aneh. Aneh soal notifikasi. Notifikasi orang lain. Lain dengan aku. Aku tidak tahu. Tahu akun ini. Ini punya siapa? Siapa yang pakai? Pakai ponsel aku. Aku ingat tadi. Tadi dia pinjam. Pinjam untuk buka. Buka Facebook dia. Dia lupa keluar!
Aku jelajahi Facebook. Facebook punya dia. Dia punya message. Message bikin penasaran. Penasaran bagi aku. Aku langsung buka. Buka laman itu. Itu bikin bergetar. Bergetar karena takut. Takut yang bertanya. Bertanya soal dia. Dia yang baik. Baik dengan aku. Aku jadi curiga.
Aku lihat message. Message yang belasan. Belasan orang asing. Asing baru lihat. Lihat nama Jonathan. Jonathan Siahaan lengkapnya. Lengkapnya aku baca. Baca message Jonathan. Jonathan bilang sayang. Sayang pada dia. Dia yang lelaki. Lelaki dengan lelaki!
Aku lihat lelaki. Lelaki lain ada. Ada nama Rangga. Rangga Ryandika lengkapnya. Lengkapnya mirip aku. Aku baca message. Message dari Rangga. Rangga bilang benci. Benci sama Jonathan. Jonathan sudah merebut. Merebut Dika kekasihnya! Kekasihnya itu lelaki. Lelaki semua lelaki!
Ternyata aku benar! Benar soal semua! Semua orang lelaki! Lelaki tidak benar. Benar aku kaget. Kaget yang gemuruh. Gemuruh yang menghentak. Menghentak jantung aku.
Aku lihat lagi. Lagi-lagi message. Message yang belasan. Belasan orang lelaki. Lelaki termasuk kamu! Kamu juga kirim! Kirim seminggu lalu. Lalu aku buka. Buka kemudian baca. Baca message kamu. Kamu yang asing. Asing yang berubah. Berubah yang berbeda. Berbeda karena dia. Dia bilang suka! Suka sama kamu! Kamu menerima dia! Dia resmi pacaran! Pacaran sama kamu! Kamu tinggalkan aku!
Hidupku selesai sudah. Sudah selesai hidupku. Hidupku selesai sudah. Sudah hancur berkeping. Berkeping hingga serpih. Serpih hilang sudah. Sudah aku tahu. Tahu aku bodoh. Bodoh yang tolol. Tolol suka kamu. Kamu tinggalkan aku. Aku yang sendiri. Sendiri yang sepi. Sepi yang sunyi. Sunyi yang senyap. Senyap yang sendiri. Sendiri aku kini. Kini aku menyesal. Menyesal telat bilang. Bilang aku suka. Suka kamu seorang. []
Aku mengantuk berat. Berat karena kurang. Kurang tidur tenang. Tenang itu hilang. Hilang karena berpikir. Berpikir tentang kamu. Kamu yang berbeda. Beda karena mengajak. Mengajak orang baru. Baru sekali datang. Datang dan bergabung. Bergabung dengan canda. Canda dan tawa. Tawa dan suasana. Suasana yang spesial. Spesial seperti biasa. Biasa hanya kita. Kita yang dulu.
Aku sampai rumah. Rumah punya aku. Aku ke kamar. Kamar untuk tidur. Tidur melepas lelah. Lelah memikirkan kamu. Kamu yang asing. Asing yang menanyakan. Menanyakan soal kita. Kita yang dulu. Dulu cuma berdua. Berdua cukup begitu.
Aku bangun tidur. Tidur yang nyenyak. Nyenyak dalam mimpi. Mimpi soal kamu. Kamu yang berubah. Berubah tak akrab. Akrab yang hilang. Hilang entah kemana. Kemana kamu itu. Itu bikin kangen. Kangen sama kita. Kita yang berdua.
Aku buka ponsel. Ponsel punya aku. Aku rindu kamu. Kamu punya Facebook. Facebook bikin penasaran. Penasaran soal kamu. Kamu dan dia. Dia yang semalam. Semalam bersama aku. Aku yang menginap. Menginap bareng dia. Dia yang baik. Baik bikin curiga. Curiga yang mengundang. Mengundang untuk mencari. Mencari satu bukti.
Aku buka Facebook. Facebook ini aneh. Aneh soal notifikasi. Notifikasi orang lain. Lain dengan aku. Aku tidak tahu. Tahu akun ini. Ini punya siapa? Siapa yang pakai? Pakai ponsel aku. Aku ingat tadi. Tadi dia pinjam. Pinjam untuk buka. Buka Facebook dia. Dia lupa keluar!
Aku jelajahi Facebook. Facebook punya dia. Dia punya message. Message bikin penasaran. Penasaran bagi aku. Aku langsung buka. Buka laman itu. Itu bikin bergetar. Bergetar karena takut. Takut yang bertanya. Bertanya soal dia. Dia yang baik. Baik dengan aku. Aku jadi curiga.
Aku lihat message. Message yang belasan. Belasan orang asing. Asing baru lihat. Lihat nama Jonathan. Jonathan Siahaan lengkapnya. Lengkapnya aku baca. Baca message Jonathan. Jonathan bilang sayang. Sayang pada dia. Dia yang lelaki. Lelaki dengan lelaki!
Aku lihat lelaki. Lelaki lain ada. Ada nama Rangga. Rangga Ryandika lengkapnya. Lengkapnya mirip aku. Aku baca message. Message dari Rangga. Rangga bilang benci. Benci sama Jonathan. Jonathan sudah merebut. Merebut Dika kekasihnya! Kekasihnya itu lelaki. Lelaki semua lelaki!
Ternyata aku benar! Benar soal semua! Semua orang lelaki! Lelaki tidak benar. Benar aku kaget. Kaget yang gemuruh. Gemuruh yang menghentak. Menghentak jantung aku.
Aku lihat lagi. Lagi-lagi message. Message yang belasan. Belasan orang lelaki. Lelaki termasuk kamu! Kamu juga kirim! Kirim seminggu lalu. Lalu aku buka. Buka kemudian baca. Baca message kamu. Kamu yang asing. Asing yang berubah. Berubah yang berbeda. Berbeda karena dia. Dia bilang suka! Suka sama kamu! Kamu menerima dia! Dia resmi pacaran! Pacaran sama kamu! Kamu tinggalkan aku!
Hidupku selesai sudah. Sudah selesai hidupku. Hidupku selesai sudah. Sudah hancur berkeping. Berkeping hingga serpih. Serpih hilang sudah. Sudah aku tahu. Tahu aku bodoh. Bodoh yang tolol. Tolol suka kamu. Kamu tinggalkan aku. Aku yang sendiri. Sendiri yang sepi. Sepi yang sunyi. Sunyi yang senyap. Senyap yang sendiri. Sendiri aku kini. Kini aku menyesal. Menyesal telat bilang. Bilang aku suka. Suka kamu seorang. []

jah
ReplyDeleteada yg pth hati :D
owwww,,,kasian raka,,,tenang raka masih byk satria2 yg lainnya yg syg raka spenuh hti:(
ReplyDelete