(Baca mulai dari tengah boleh jadi membingungkan,
bila dirasa perlu, silakan mulai dari prolog)
bila dirasa perlu, silakan mulai dari prolog)
Aku
♪ I remember what you wore on the first day ♫ 01011001010101010100010001001001010100110100000101010100010100100100100101000001010100000101010101010010010000010100111001000001 ♪ Ada yang hilang dari perasaanku ♪ Yang terlanjur sudah kuberikan padamu ♫ [HANYA SATRIA DAN ITU SEGALANYA] ♪ Mungkin salahku ♪ Melewatkanmu ♪ Tak mencarimu sepenuh hati ♪ Maafkan aku ♫ TANDA SERU ♪ ใจหนึ่งใจ จะต้องการอะไร ♪ ให้มันมากมาย ให้มันวุ่นวาย ♫ GALAU – GERAM – GEMURUH – GUGUP – GAGAP – GROGI – GEGABAH – GELAGAPAN – GEMETAR – GUNDAH – GULANA – GILA! ♪ Lihatlah luka ini ♪ Yang sakitnya abadi ♪ Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu ♫ Perjalanan dari pinggir jalan ke kamarku. Aku cuma memandang lurus ke depan. Menggenggam si dia erat-erat. Aku tak bicara. Setelah sampai si dia langsung kubawa ke kamar. Aku masih genggam saja. Masuk kamar. Kamar yang berantakan. Kertas berhamburan. Sprei kusut. Tas tergeletak. Buku menumpuk. Aku sedang stres. Orang bilang si dia memang tepat untuk melepas stres. Apalagi frustasi. Bisa langsung tenang katanya. Di kamar akhirnya aku melepaskan genggam pada si dia. Kini si dia di kasurku. Tak berdaya. Aku lantas mengempas diri ke kasur. Kasur bergoyang. Aku geram lalu meninju kasur. Aku lalu melepas kaus. Meleparnya ke lantai. Tinggal bercelana jins panjang. Hening. Aku bangkit duduk. Lalu melihat si dia yang masih tergeletak. Lalu menggapai si dia. Mengelus si dia. Menghentikan gerak jariku saat di tengah si dia. Aku langsung genggam dan tarik si dia begitu saja. Aku putar si dia kanan kiri. Aku jungkir atas bawah. Aku menatap si dia lekat-lekat. Menatap si dia dalam-dalam. Tiap senti si dia. Tiap sudut si dia. Aku tak kuasa lagi. Aku lalu membuka si dia. Kini si dia tampil apa adanya. Aku menyusupkan tangannya pada si dia. Aku mengambil batang. Pegang erat batang itu. Aku hanya diam. Aku lalu diam sejenak. Lalu melotot. Lalu diam lagi. Hening. Kini aku menarik si dia mendekati mulutku. Mulutku membuka perlahan. Perlahan perlahan. Amat perlahan. Lalu sampailah lidahku pada si dia. Aku melumat si dia. Basah. Kemudian aku mengambil korek api. Membakar si dia. Fuhhhh... Aku merokok untuk pertama kalinya. ♪ You don’t really say it ♪ When you’re talking without ♪ Looking to my eyes ♫ “ANJING!” ♪ Now if you’re trying to break my heart ♪ It’s working because you know ♫ RT @ardanradio Terimakasih telah meninggalkan luka, aku hampir lupa pernah jatuh cinta #LoveCinta ♪ Aku takkan rela ♪ Melihatmu bersamanya ♫ Titik dua kurung tutup kurung tutup kurung tutup ♪ Kulakukan semua dengan caraku ♪ Nikmati hari-hari ♪ Tanpa bayang dirimu ♫ “HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH” ♪ 会いたいとただ願うだけで ♪ こんなにも涙あふれるから ♪ My Love ♪ 夜空に浮かべたため息がこぼれる ♪ Please Stay With Me ♫ ANDIKA : INI SEMUA BUKAN SALAHKU! SATRIA : AKU TAK MAU MENYALAHKAN. RAKA : AKU TAK MAU MEMBAHASNYA. KITA HANYA BISA SALING MENYALAHKAN. SIAPAKAH YANG HARUS KITA SALAHKAN? ♪ Haruskah ♪ Bila kusalahkan hidup ini ♪ Yang mempertemukan kau dan aku ♫ Salah aku atau kamu atau dia atau kau atau ia atau diriku atau dirimu atau dirinya atau kita atau mereka atau kondisi atau situasi atau kesempatan atau pertautan atau koinsiden atau pertemuan atau ruang atau waktu atau probabilitas atau intensionalitas atau keteraturan atau kekacauan atau bifurkasi atau konspirasi semesta atau.. Atau Engkau? ♪ Nobody knows just why we’re here ♪ Could it be fate or random circumstance ♫ Untuk Engkau yang bersembunyi di surga, yang katanya berkuasa atas segala, kenapa Engkau biarkan pertemuan itu pernah ada? Terimakasih telah melibatkanku dalam lelucon agung-Mu yang hingga kapan pun letak lucunya tak aku tahu. ♪ So would it be nice to sit back in silence ♫ SEPERTI BINTANG MENGHIDUPKAN MALAM / SEPERTI GELOMBANG MENANGISI PANTAI / MEGAH / SEKALIGUS PERIH / SEMESTA CINTAMU / NAMUN TAK PERNAH KUBERPALING / ENGKAULAH DIA / LELAKI YANG KUPUJA // ♪ Biar aku sentuhmu ♪ Berikanku rasa itu ♪ Pelukmu ♪ Yang dulu ♪ Pernah buatku ♫ Selembar foto digenggam di tangan kiri setelah diambil dari satu buku kumal yang sudah satu tahun ini disimpan namun hari ini sengaja dikeluarkan setelah dicari selama satu jam lamanya bahwa orang yang menggenggamnya sedang tersenyum getir karena mengingat hal-hal yang kini disebut sebagai kenangan yang telah usang yang diharapkan tidak perlu diingat lagi yang membuat orang itu sudah tak karuan juga sudah tidak terdeskripsikan lalu orang itu perlahan mengambil korek api dengan tangan kanannya dan mengarahkan tangan kirinya pada posisi yang presisi sebagaimana dia ingat bagaimana seorang sakit hati membakar foto kemudian dia nyalakan korek maka setelah berhenti hening selama sebelas detik akhirnya orang itu dan membakar ujung fotonya dengan harapan agar ingatannya sama seperti foto yang lenyap itu. ♪ Pergilah kau ♪ Pergi dari hidupku ♪ Bawalah semua rasa bersalahmu ♫ FACEBOOK BLOCKED. PHOTOS DELETED. ♪ Fairytales don’t always have a happy ending do they ♫ AKU TIDAK SESAMPAH YANG KAMU PIKIRKAN!!! Hiks. ♪ Many years many tears I have wasted ♪ Live goes on movin’ on ♫ TANDA TANYA ♪ Nevermind I’ll find someone like you ♫ Playlist end. TITIK.
♪ I remember what you wore on the first day ♫ 01011001010101010100010001001001010100110100000101010100010100100100100101000001010100000101010101010010010000010100111001000001 ♪ Ada yang hilang dari perasaanku ♪ Yang terlanjur sudah kuberikan padamu ♫ [HANYA SATRIA DAN ITU SEGALANYA] ♪ Mungkin salahku ♪ Melewatkanmu ♪ Tak mencarimu sepenuh hati ♪ Maafkan aku ♫ TANDA SERU ♪ ใจหนึ่งใจ จะต้องการอะไร ♪ ให้มันมากมาย ให้มันวุ่นวาย ♫ GALAU – GERAM – GEMURUH – GUGUP – GAGAP – GROGI – GEGABAH – GELAGAPAN – GEMETAR – GUNDAH – GULANA – GILA! ♪ Lihatlah luka ini ♪ Yang sakitnya abadi ♪ Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu ♫ Perjalanan dari pinggir jalan ke kamarku. Aku cuma memandang lurus ke depan. Menggenggam si dia erat-erat. Aku tak bicara. Setelah sampai si dia langsung kubawa ke kamar. Aku masih genggam saja. Masuk kamar. Kamar yang berantakan. Kertas berhamburan. Sprei kusut. Tas tergeletak. Buku menumpuk. Aku sedang stres. Orang bilang si dia memang tepat untuk melepas stres. Apalagi frustasi. Bisa langsung tenang katanya. Di kamar akhirnya aku melepaskan genggam pada si dia. Kini si dia di kasurku. Tak berdaya. Aku lantas mengempas diri ke kasur. Kasur bergoyang. Aku geram lalu meninju kasur. Aku lalu melepas kaus. Meleparnya ke lantai. Tinggal bercelana jins panjang. Hening. Aku bangkit duduk. Lalu melihat si dia yang masih tergeletak. Lalu menggapai si dia. Mengelus si dia. Menghentikan gerak jariku saat di tengah si dia. Aku langsung genggam dan tarik si dia begitu saja. Aku putar si dia kanan kiri. Aku jungkir atas bawah. Aku menatap si dia lekat-lekat. Menatap si dia dalam-dalam. Tiap senti si dia. Tiap sudut si dia. Aku tak kuasa lagi. Aku lalu membuka si dia. Kini si dia tampil apa adanya. Aku menyusupkan tangannya pada si dia. Aku mengambil batang. Pegang erat batang itu. Aku hanya diam. Aku lalu diam sejenak. Lalu melotot. Lalu diam lagi. Hening. Kini aku menarik si dia mendekati mulutku. Mulutku membuka perlahan. Perlahan perlahan. Amat perlahan. Lalu sampailah lidahku pada si dia. Aku melumat si dia. Basah. Kemudian aku mengambil korek api. Membakar si dia. Fuhhhh... Aku merokok untuk pertama kalinya. ♪ You don’t really say it ♪ When you’re talking without ♪ Looking to my eyes ♫ “ANJING!” ♪ Now if you’re trying to break my heart ♪ It’s working because you know ♫ RT @ardanradio Terimakasih telah meninggalkan luka, aku hampir lupa pernah jatuh cinta #LoveCinta ♪ Aku takkan rela ♪ Melihatmu bersamanya ♫ Titik dua kurung tutup kurung tutup kurung tutup ♪ Kulakukan semua dengan caraku ♪ Nikmati hari-hari ♪ Tanpa bayang dirimu ♫ “HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH” ♪ 会いたいとただ願うだけで ♪ こんなにも涙あふれるから ♪ My Love ♪ 夜空に浮かべたため息がこぼれる ♪ Please Stay With Me ♫ ANDIKA : INI SEMUA BUKAN SALAHKU! SATRIA : AKU TAK MAU MENYALAHKAN. RAKA : AKU TAK MAU MEMBAHASNYA. KITA HANYA BISA SALING MENYALAHKAN. SIAPAKAH YANG HARUS KITA SALAHKAN? ♪ Haruskah ♪ Bila kusalahkan hidup ini ♪ Yang mempertemukan kau dan aku ♫ Salah aku atau kamu atau dia atau kau atau ia atau diriku atau dirimu atau dirinya atau kita atau mereka atau kondisi atau situasi atau kesempatan atau pertautan atau koinsiden atau pertemuan atau ruang atau waktu atau probabilitas atau intensionalitas atau keteraturan atau kekacauan atau bifurkasi atau konspirasi semesta atau.. Atau Engkau? ♪ Nobody knows just why we’re here ♪ Could it be fate or random circumstance ♫ Untuk Engkau yang bersembunyi di surga, yang katanya berkuasa atas segala, kenapa Engkau biarkan pertemuan itu pernah ada? Terimakasih telah melibatkanku dalam lelucon agung-Mu yang hingga kapan pun letak lucunya tak aku tahu. ♪ So would it be nice to sit back in silence ♫ SEPERTI BINTANG MENGHIDUPKAN MALAM / SEPERTI GELOMBANG MENANGISI PANTAI / MEGAH / SEKALIGUS PERIH / SEMESTA CINTAMU / NAMUN TAK PERNAH KUBERPALING / ENGKAULAH DIA / LELAKI YANG KUPUJA // ♪ Biar aku sentuhmu ♪ Berikanku rasa itu ♪ Pelukmu ♪ Yang dulu ♪ Pernah buatku ♫ Selembar foto digenggam di tangan kiri setelah diambil dari satu buku kumal yang sudah satu tahun ini disimpan namun hari ini sengaja dikeluarkan setelah dicari selama satu jam lamanya bahwa orang yang menggenggamnya sedang tersenyum getir karena mengingat hal-hal yang kini disebut sebagai kenangan yang telah usang yang diharapkan tidak perlu diingat lagi yang membuat orang itu sudah tak karuan juga sudah tidak terdeskripsikan lalu orang itu perlahan mengambil korek api dengan tangan kanannya dan mengarahkan tangan kirinya pada posisi yang presisi sebagaimana dia ingat bagaimana seorang sakit hati membakar foto kemudian dia nyalakan korek maka setelah berhenti hening selama sebelas detik akhirnya orang itu dan membakar ujung fotonya dengan harapan agar ingatannya sama seperti foto yang lenyap itu. ♪ Pergilah kau ♪ Pergi dari hidupku ♪ Bawalah semua rasa bersalahmu ♫ FACEBOOK BLOCKED. PHOTOS DELETED. ♪ Fairytales don’t always have a happy ending do they ♫ AKU TIDAK SESAMPAH YANG KAMU PIKIRKAN!!! Hiks. ♪ Many years many tears I have wasted ♪ Live goes on movin’ on ♫ TANDA TANYA ♪ Nevermind I’ll find someone like you ♫ Playlist end. TITIK.

T.T
ReplyDelete